KECELAKAAN

Tangkap Ikan Berujung Maut

INFOTANAHLAUT.COM- Maksud hati ingin membawa ikan kerumah, namun malah si penangkap ikannya yang terdengar kabar tenggelam di perairan. Minggu (19/3) kemarin sekitar pukul 14.30 wita, salah seorang karyawan di PT.Smart Kintap sebuah perusahaan kelapa sawit, di temukan sudah tidak bernyawa lagi. Ia tenggelam di daerah Gosong Muara Kintap Kecamatan Kintap, saat memancing ikan dengan jaring dan terseret arus laut.

Korban di duga tidak bisa berenang sehingga ia pun tenggelam.

Korban di ketahui bernama Nufri Nusa Tonis (21) warga dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di sebuah perusahaan yakni PT.Smart Kintap, yang kini tinggal di Desa Bukit Mulya Rt 13/05 Kecamatan Kintap.

Informasi di himpun menyebutkan, saat itu korban bersama 6 orang temannya pagi sekitar pukul 08.00 wita tengah mencari ikan dengan menggunakan atau memasang jaring ikan di daerah Gosong (alur muara) yang dekat dengan laut Muara Kintap. Di saat korban hendak menarik jaring ikannya, karena lokasi memancing juga cukup dalam, arus laut cukup kuat, sehingga korban ikut tertarik bersama jaring ikannya hingga tercebur ke perairan.

Korban berusaha meminta tolong kepada temannya, namun karena ke 6 orang temannya juga tidak bisa berenang, akhirnya korban pun hanyut sampai ke arus sungai yang deras dan dalam.

Atas adanya laporan telah tenggelamnya korban, oleh pihak Satpolair Polres Tala, bersama anggota Polsek Kintap, anggota Polair Marnit M.Kintap, TNI AL serta warga sekitar melakukan upaya pencarian.

Usaha pencarian membuahkan hasil, dan korban pun langsung di evakuasi ke darat.

Kasat Polair Polres Tala AKP Dading di konfirmasi membenarkan.

Menurut Dading, posisi korban berada di koordinat S03.54’.553”E. 155.15’.201, dan korban selanjutnya, sesuai dengan permintaan pihak keluarga tidak dilakukan visum, dan di serahkan kerumah duka di Desa Bukit Mulya Kecamatan Kintap.

Sementara itu Restu selaku Kepala Desa Muara Kintap di konfirmasi mengatakan, memang pada jalur tempat korban tersebut sangat dalam, karena memang di keruk.

“dijalur tersebut merupakan pintu keluar masuknya kapal-kapal nelayan, karena memang harus dalam dan arusnya juga deras, korban mungkin tidak memperhitungkan saat memancing ikan dengan cara memasang rimpa (jarring ikan), sehingga ia ikut tertarik jaring,”terangnya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook