PUBLIK

Teringat Ucapan Zuki, Fendi Pun Pulang Kampung

INFOTANAHLAUT.COM-Adalah Ustaz Effendi yang biasa akrab di panggil Fendi dan Ramdani warga Kota Palu, Sulteng tersebut dengan keyakinan hati menghadiri Haul ke-14 ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau Guru Sekumpul di Martapura Kabupaten Banjar belum lama tadi. Namun untuk sampai ke Martapura Fendi hanya menggunakan kendaraan roda dua, katanya,Senin (11/3/2019).
Motor matic Scoopy tersebut, keduanya berboncengan dan melewati jarak tempuh yang cukup jauh. Berangkat dari Kota Palu hari Rabu (6/3/2019) lalu menggunakan kapal.
“Aakhirnya sampai di Kecamatan Penajam, Kota Balikpapan Kalimantan Timur pada Jum’at (8/3/2019). Fendi mengaku sempat khawatir saat berada di atas transportasi laut tersebut, saat itu gelombang memang sedang tinggi, sempat takut tapi pasrah kepada Allah SWT,”ucap Fendi.
Sesampainya di Kecamatan Penajam Kota Balikpapan Fendi dan Ramdani pun melanjutkan perjalanan sejauh 428 kilometer hanya menggunakan sepeda motor.
Fendi mengaku merasakan kenikmatan saat menaiki sepeda motor dari Penajam ke Martapura, walau kaki dan pinggang lumayan sakit, ini kenikmatan luar biasa bisa naik motor sejauh ini, ujarnya pula.
Ramdani mengaku, selama perjalanan dari Palu ke Martapura menggunakan sepeda motor tidak mengalami kesulitan apapun, justru di permudah perjalanan, sangat banyak pos-pos relawan, di beri makan, minum dan di beri uang ketika ingin pergi, tuturnya.
Ramdani menambahkan, hal tersebut luar biasa sekali dan baru di alami sekali dalam seumur hidup, pasti ini keberkahan dari niat yang ingin ikut Haul Abah Guru Sekumpul,tutupnya.
Mengapa memilih menggunakan sepeda motor ?
Fendi mengatakan, perjalanan lewat transportasi laut dan darat adalah satu-satunya pilihan baginya, karena saat ini perekonomian di daerah Palu masih belum bangkit sehingga dana yang di punya tidak cukup jika menggunakan transportasi via udara. Fendi juga menceritakan alasan kuat ingin pergi ke Kalsel, selain karena ingin menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul adalah karena takut “ketulahan (durhaka)” dengan kampung halaman.
Fendi menceritakan lagi, dulu saat gempa dan tsunami melanda Palu, ada seorang relawan dari Tala bernama Marzuki atau biasa di panggil Zuki, ia menanyakan kepada Effendi kapan terakhir pulang ke Kalsel.
“Saya di tanya sama Zuki kapan terakhir pulang, lalu saya jawab saya tak pernah pulang. Saat itu Zuki berkata “umai kada pernah ke Banjar lagi kah pian, kalau pina ketulahan lawan kampung halaman,”ucap Fendi dalam bahasa Banjar.
Sejak itulah Fendi tertegun dengan ucapan ketulahan yang di utarakan oleh Zuki. Selalu kepikiran kata-kata tersebut terngiang-ngiang di kepala karena sejak meninggalkan Kalsel saat berumur 5 tahun dan sekarang usia 63 tahun belum pernah pulang ke Kalsel.
Bertepatan dengan momentum haul ke 14 Abah Guru Sekumpul akhirnya Fendi pun bisa kembali menginjakan kaki di tempat kelahirannya setelah 58 tahun lebih tidak pernah kembali ke Kalsel.(Mul)

3
75%
like
1
25%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook