PUBLIK

Terjebak Lumpur, Perlu Dibangunkan Dermaga

INFOTANAHLAUT.COM- Dengan kondisi yang terpaksa setiap hari harus dilakukan para nelayan kapal kecil (klotok) warga Desa Pagatan Besar yang akan menyandarkan kapal kolotok mereka usai melaut di sebuah pondok yang telah di siapkan, harus berjuang melawan lumpur laut, manakala badan kapal harus menembus kubangan lumpur di pesisir pantai Pagatan Besar, dan keadaan demikian sudah sekian tahun mereka rasakan.
Awalnya, dengan bergotong royong membangun jalan masuk bagi kapal mereka dari daratan pantai sampai kepesisir pantai. Hasil gotong royong untuk membuat jalur kapal keluar masuk pun tidak seperti yang di harapkan, karena ketika air laut surut, maka lumpur yang terbawa gelombang mengisi jalur hanya memiliki lebar kurang lebih 1 sampai 1,5 meter, dan memanjang kurang lebih 100 meter.
Ardian, salah seorang nelayan Desa Pagatan Besar, Sabtu (8/7) pekan tadi kepada menuturkan, kalau hendak melaut memang maka sudah pasti harus di tarik atau di dorong keluar dulu, karena memang kalau pas lagi air laut surut, maka baling-baling kapal jelas tidak bisa berputar lantaran berada di dalam lumpur.
“menodorng atau menarik kapalnya terlebih dahulu melewati kubangan lumpur, baru bisa di naiki dan dan di hidupkan mesin kapalnya,” terangnya.
Dalam satu pondok untuk berlabuhnya kapal mereka sendiri ada antara 5 sampai 7 kapal, dan ada sebanyak 10 buah jalur dermaga yang terhampar di psisir pantai Pagatan Besar yang tidak jauh di sekelilingnya terdapat tanaman Mangrove.
“nelayan di sini yang hanya nelayan-nelayan kecil berharap pemerintah daerah bisa membuatkan dermaga, sehingga tidak kesulitan bagi nelayan untuk bisa menambatkan kapal-kapal,”ungkap Ardian.
Alasan Ardian untuk bisa ada di buatkan dermaga kapal yang menjorok kelaut sejauh kurang lebih 100 meter cukup beralasan, karena kalau harus memutar sungai setempat bisa memakan jarak tempuh 1 sampai 2 km untuk bisa menuju laut. Sementara dengan memotong langsung, atau membuat jalur kapal di pesisir pantai hanya 100 meter menuju laut.
Nelayan berharap pula, dari 10 titik jalur untuk kapal klotok ini, bisa di bangunkan 1 titik namun dalam ukuran lebar dermaganya dengan harapan dapat menampung kapal-kapal dalam jumlah banyak pula.
Dari lokasi jalur kapal tersebut memperlihatkan, jika nelayan pulang dari laut dengan membawa hasil tangkapan, dan jika hendak menambatkan kapalnya, mereka jauh-jauh sudah tancap gas mesin kapal dengan harapan dapat menembus lumpur. Itupun hanya bisa bisa masuk lumpur dengan jarak 10 sampai 15 meter, selebihnya nelayan harus turun dari kapal dan menarik atau mendorong kapal mereka yang terjebak kubangan lumpur guna bisa menuju pondok untuk menyandarkan kapal. Dengan kondisi demikian lumpur yang terbawa baling-baling kapal pun ikut naik dan mengotori kapal mereka.
Keberadaan nelayan kapal kecil Desa Pagatan Besar sendiri di saat musim bulan ini atau musim timur tengah panen jenis udang laut, dan posisi udang laut sendiri tidak terlalu ke tengah laut, namun hanya berkisar 300 sampai 400 meter dari bibir pantai.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook