DUNIA USAHA

Tetap Eksis Ditengah Produk Batu Ringan Pabrikan

INFOTANAHLAUT.COM-Produk batu bata dari tanah masih eksis di tengah-tengah adanya produk pabrikan berupa batu bata ringan. Kegiatan produksi batu bata tanah yang di produksi warga Tran Telaga Desa Karang Taruna Rt 13 Kelurahan Karang Taruna masih terus berjalan, bahkan produksi batu bata semakin di tingkatkan atau di tambah mengingat dalam beberapa bulan lagi keperluan batu bata akan banyak karena keperluan untuk proyek Pemkab Tanah Laut.
Purnama, pemilik salah satu usaha pembuatan batu bata tanah di Desa Telaga,Jum’at (31/8) kemarin menuturkan, untuk harga per biji batu batau sebesarbRp 500 dan iti untuk wilayaj Pelaihari kota, selebihnya harga di tentukan jarak, dan jarak terjauh seperti ke Palangkaraya sebesar Rp 750 per biji.
Diakui Purnama, saat banyak pesanan batu bata jika sudah mulai proyek pemerintah daerah, dan itu di pastikan membeli batu bata sebanyak 10.000 biji.
Usaha pembuatan batu bata oleh Purnama sudah berjalan kurang lebih 10 tahun atau sejak masih bujangan. Ia kini memiliki 8 orang karyawan. Untuk menghasilkan batu bata yang kuat mkandi butuhkan proses pembakaran, dan itu memerlukan waktu selama 4 hari dengan batu bata sebanyak 30.000 biji dalam sekali bakar.
Hadirnya batu bata ringan pabrikan, diakui Purnama menjadi kompetitornya namun tidak akan mundur dan tetap terus memproduksi batu bata tanah karena batu bata tanah masih di gunakan untuk bagian dinding lantai dasar.
Pembuatan bata di Desa Telaga sendiri tecatat ada sebanyak 30 rumah,namun di antara satu sama lainnya berkompetsi secara sehat. Masing-masing ada pelanggan khusus. Bagi Purnama paling minim 10.000 bij batu bata ke pelanggan khusus. Dalam pembuatan batu bata,1 orang karyawan memprodukai batu bata sebanyak 10.000 biji. Mereka bekerja dari pukul 08.00 wita sampai ke pukul 15.00 wita. Proses pencetakan batu bata sendiri ada cetakan khusus berisi 10 buah ruang cetak batu bata yang terbuat dari kayu.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook