PUBLIK

Tiga Poktan Diajari Pembuatan Permen Sapi

INFOTANAHLAUT.COM-Tiga kelompok tani (Poktan) yakni Poktan Rumpun Pemuda Tani, Karya Usaha dan Tunas Harapan Desa Sumber Mulya Kecamatan Batu Ampar,Kamis (6/09/2018) di berikan pelatihan pembuatan makanan ekstra bagi ternak sapi dengan menggunakan bahan daun Kelor yang bernama Kelor Multinutrien Blok (KMB) atau biasa disebut permen sapi yang memiliki bentuk bulat. Pelatihan pembuatan KMB di pandu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebelum dilakukan praktek pembuatan permen sapi terlebih dahulu di berikan teori tentang manfaat daun kelor sebagai bahan pembuatan permen sapi.
Dr.Hj.Eni Siti Rohaeni peneliti BPTP Provinsi Kalsel kepada anggota Poktan memaparkan, pendampingan dalam mengolah permen ternak sapi juga sebagai upaya sinergitas program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab).
Dalam penggunaan daun kelor memang banyak membawa manfaat bagi pertumbuhan sapi, kendati kelor belum familiar di kalangan peternak sapi. Manfaat kelor bisa meningkatkan produksi, dan memperbaiki reproduksi sapi.
Eni menjelaskan, potensi di Kalsel sebenarnya kelor bisa tumbuh dan berkembang, untuk itulah BPTP mulai memperkenalkan kelor sebagai bahan campuran permen sapi (KMB). Sementara daun kelor masih di datangkan dari luar Kalsel karena ketersediaanya belum banyak di Kalsel dan pengenalan kelor kepada sapi-sapi demplot BPTP agar ada pakan tambahan yang bernilai tinggi sebagai penujang progran Siwab tadi.
“Kelor sendiri bisa di budi dayakan, baik dengan stek maupun biji yang sangat mudah asal jangan di daerah basah atau terendam tapi di lahan kering bisa tumbuh dengan baik,”kata Eni.
BPTP Kalsel sendiri sudah selama 2 tahun mendampingi dalam program Siwab,akan tetapi pendampingan kegiatan peternakan lainnya sejak tahun 2010 dan Poktan di Desa Sumber Mulya merupakan desa pendampingan dari tahun 2006.
Kelor di Indonesia tersebar di seluruh kepulauan nusantara. Kelor di kenal juga dengan berbagai nama daerah seperti Murong (Aceh), Munggai, Kalor, Kerore (Sumatera), Kilor (Lampung),Kelor (Jabar dan Jateng), Marongghi (Madura), Kelor,Tjelor (Bali), Kiloro (Sulawesi), Parongge (Bima), Kawona, Wong (Sumba), Kelo, Oege Kelo (Ternate), Maroenga, Motong (Alor), Moltong (Flores), Kafok, Kai Fok (Roti), Kelo (Tidore), dan Baoe Fo, Maroenga (Timor).
Kelor telah di manfaatkan sebagai bahan ramuan obat-obatan. Kelor di jelaskan mampu mencegah atau mengobati 300 macam penyakit. Kelor juga di yakini dapat memberikan stamina dan tenaga ekstra. Ada pula sebutannya yang di dasarkan pada manfaatnya yang luar biasa,misalnya “Mother Best Friend (teman ibu terbaik) karena manfaatnya meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI), Miracle Vegetable (sayur ajaib) dan Miracle Tree (pohon ajaib).
Manfaat lainnya yakni meningkatkan ketahanan alamiah tubuh, menyegarkan mata dan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan struktur sel tubuh, meningkatkan serum kolesterol alamiah, mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit, meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal, memperindah kulit, meningkatkan energi, memudahkan pencernaan, berperan sebagai antioksidan, memelihara sistem imunitas tubuh, meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan, bersifat anti peradangan, memberi perasaan sehat secara menyeluruh dan mendukung kadar gula normal tubuh.
Pemanfaatan kelor sebagai bahan pakan ternak berbeda dengan pemanfaatan kelor untuk konsumsi manusia. Ternak dapat langsung mengkonsumsi kelor berupa daun, bersama bunga, tangkai daun, ranting dan batang-batang kecil yang lunak, demikian juga dengan buahnya.
Pemanfaatan kelor untuk konsumsi manusia,daun harus di bersihkan dari tangkai daun, ranting dan batang kecil, demikian juga buahnya. Bagian-bagian dari kelor tersebut mempunyai nutrisi yag berbeda-beda.
Bahan-bahan yang di gunakan dalam pembuatan KMB yakni bungkil inti kelapa sawit, jagung, dedak halus, tetes gula, pupuk urea, kapur, NaCi, mineral sapi, daun kelor, TDN, Total, PK, lemak,dan serat kasar.
Cara pembuatannya, campur bahan urea, garam, kapur dan mineral sapi di aduk hingga rata. Kemudian bahan ini di campur dengan tetes dan panaskan. Bahan lainnya seperti dedak, bungkil sawit, jagung, dan daun kelor di aduk rata, masukan campuran,panaskan dan di aduk. Setelah itu angkat dan cetak dalam pipa paralon atau bambu.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook