PUBLIK

Tindakan Tegas Jika Tiga Hari Tak Gubris Himbauan

INFOTANAHLAUT.COM-Satpol PP dan Damkar Tanah Laut memberikan waktu sampai tiga hari kedepan sejak dilakukukannya penertiban lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hasan Basri di Jalan Gembira Pelaihari.
Senin,(17/2) kepala Satpol PP M.Taufik memimpin langsung jalanya proses pembokaran lapak-lapak yang dinilai kurang pas.
Anggota Sat Pol PP pun dilengkapi dengan peralatan palu, parang serta linggis dengan puluhan personil yang diturunkan.
Para pedagang pun harus dengan sabar menyaksikan lapak jualannya yang dibongkar,namun tidak semua lapak dibongkar jika yang dinilai masih wajar. Sebelum menurut Satpol PP layak dibongkar,terlebih dahulu diberikan penjelasan oleh Kasat Pol PplP dan Damkar kepada pedagang akan maksud dan tujuannya.
Satuan penegak Peraturan Daerah (Perda) ini hanya memberi kebijakan untuk tidak dipasang selamanya terpal-terpal dilapak jualan,ketika selesai berjualan maka terpal-terpal tersebut harus dilepas atau digulung.
Kasat Pol PP Tala M.Taufik disela-sela pembongkaran mengatakan,ini kebijakan yang diambil karena lapak-lapak PKL tersebut tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),pada sebagian lapak PKL ada ditemukan membangun lapak jualannya menggunakan bahan semi permanen seperti Seng.
“Dianjurkan kepedagang untuk memakai gerobak dorong yang pakai roda,sehingga saat berjualan selesai maka rombongnya atau lapaknya bisa dipindahkan dari tempat asal berjualan,hal itu agar kawasan RTH Hasan Basri yang dekat pula dengan sekolah-sekolah tidak terlihat kumuh,”kata Taufik.
Ia menambahkan,jangka waktu tiga hari kedepan diberikan kepada pedagang untuk bisa melepas terpalnya sendiri,dan jika dalam jangka waktu itu masih terlihat,maka akan dilepas oleh anggota Satpol PP. Secara aturan memang tidak diperbolehkan,namun secara kemanusiaan diambil jalan tengah diminta kesadaran dari pedagang agar lapak-lapak tersebut yang bisa diolah bersifat bongkar pasang agar RTH steril,ucapnya.
“Yang diijinkan kepedagang hanya meja dan kursinya saja berada dilapak jualan,dan tidak boleh terpasang terpal berikut penyangganya saat tidak berjualan,”tuturnya.
Aparat penegak Perda ini juga akan menyisir para PKL buah Durian di Jalan A.Yani pada kawasan jembatan Sungai Bamban di Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari yang kerap menjadi keluhah karena mengganggu arus lalu lintas.
“PKL dikawasan Sungai Bamban tersebut diarahkan ke Rest Area gunung Kayangan,dan kalau di RTH Hasan Basri tidak ada relokasi lahan lagi,sehingga hanya dibuat rapi agar tidak kumuh dengan sistem bongkar pasang,”paparnya.
Sementara itu Bahar,salah seorang PKL di RTH Hasan Basri menuturkan,memang ada pemberitahuan dari Satpol PP dua hari lalu terkait akan dilakukannya penertiban lapak-lapak ini. Ia bahkan baru Minggu malam, (15/2) kemarin baru memasang terpal dan baru akan memulai berjualan dilokasi RTH.
“Pada lapak diminta untuk dilepas atau digulung,”ucap Bahar.
Beberapa pedagang nampak melakukan pembongkaran sendiri,khususnya pada bagian terpal.
Dalam penertiban juga turut diback up Dinas Perhubungan Tala.Tung

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook