PUBLIK

Tingginya Curah Hujan, Beberapa Kecamatan Pun Dilanda Banjir

INFOTANAHLAUT.COM- Hujan yang mengguyur di wilayah Kecamatan Batu Ampar hingga sampai ke Kecamatan Jorong dan Kintap telah merendam sejumlah rumah penduduk. Debit air yang tinggi merendam rumah warga dan dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari 1 meter hingga mencapai 1,5 meter, terlebih rumah penduduk yang bermukim dekat dengan sungai. Lokasi banjir sendiri merupakan lokasi langganan yang setiap tahun terjadi.
Beberapa lokasi yang di serang banjir ini berada di Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar, Desa Simpang 4 Sungai Baru di Kecamatan Jorong, hingga meluas sampaai ke Desa Kintap, Kintapura dan Desa Salaman di Kecamatan Kintap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut M. Noor saat berada di lokasi banjir di Desa Simpang Sungai Baru, Selasa (8/8) di konfirmasi mengatakan, seperti halnya Desa Simpang 4 Sungai Baru kondisinya cukup memprihatinkan, dimana ketinggian air kurang lebih mencapai ketinggian 1 sampai 1,5 meter.
BPPD sendiri selanjutnya telah memasang tenda untuk pengungsi serta mendroping logsitik hingga sampai ke wilayah Desa Kintap dan Kintapura, dan Desa Salaman di Kecamatan Kintap, terangnya pula.
“sementara untuk kondisi di Desa Damit Hulu di Kecamatan Batu Ampar, memang belum terpantau, dan laporan dari anggota untuk kondisi Desa Damit Hulu masih dalam kondisi aman, namun demikian tim BPBD terus bergerak melakukan pemantauan dan melakukan langkah-langkah penanganan kepada warga korban banjir, seperti tenda darurat dan pendistribusian logistik, dan sementara konsentrasi terfokus ke Kecamatan Kintap yang begitu mengkhawatirkan,” katanya.
Di Kecamatan Kintap ada sebanyak 425 rumah warga yang terendam, dengan jiwa berkisar 1.200-an jiwa, sementara untuk di Desa Simpang 4 Sungai Baru Kecamatan Jorong ada sebanyak 152 kepala keluarga rumah dengan jiwa sebanyak 371 jiwa yang terendam.
Namun, warga di Simpang 4 Sungai Baru masih enggan beranjak dari rumahnya, padahal kondisi air terus naik.
Seperti halnya evakuasi warga yang kebanjiran di Desa Salaman Kecamatan Kintap bahkan harus menggunakan alat berat berupa dozer milik salah satu perusahaan tambang batu bara untuk membawa warga keluar melintasi jalan yang terendam air dalam areal perkebunan kelapa sawit.
BPBD Tala sendiri telah mendirikan tenda untuk pengungsi di halaman sekolah TK Melati Desa Simpang 4 Sungai Baru.
Informasi di himpun menyebutkan, kondisi naiknya air akibat curah hujan dan luapan air sungai Asam-Asam terjadi pada Selasa (8/8) dini hari sekitar pukul 02.00 wita.
Kondisi banjir di Desa Simpang 4 Sungai Baru dan Desa Kintap oleh Sekda Tala Drs.Syahrian Nurdin pun langsung melakukan peninjaun.
Sekda mengatakan, langkah yang di lakukan melihat pada pola yang standar saja, seperti melihat faktor keamanan, melakukan penyelmatan jiwa yang sangat di utamakan, kemudian membuka dapur umum, menyiapkan perahu karet.
“ kita akan gerakkan semua potensi di daerah untuk peduli dengan kondisi kepada korban banjir, dan yang penting pula memberikan pengarahan dan pandangan kepada korban yang enggan meninggalkan lokasi rumahnya yang terendam, agar bisa untuk memilih lokasi baru,” kata Sekda.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook