PUBLIK

Tirta Jaya Embrio Bagi Kampung Pengawas Pemilu

INFOTANAHLAUT.COM-Berdasarkan dari hasil pertimbangan yang di godok Badan Pengawa Pemilu (Bawaslu) di provinsi Kalsel dan di teruskan ke tingkat Bawaslu Pusat, maka oleh Bawaslu Republik Indonesia telah di pilih dan di tetapkan Desa Tirta Jaya di Kecamatan Bajuin sebagai kampung pengawas pemilu atau sebagai kampung yang bebas dari praktek politik uang serta politisasi sara.
Lounching kampung pengawas pemilu dan kampung bebas dari politik uang dan politisasi sara, Sabtu (12/5) tadi di lapangan sepak bola Desa Tirta Jaya langsung di resmikan oleh Abhan ketua Bawaslu RI.
Di tandai dengan pemotongan pita di gerbang masuk Desa Tirta Jaya, dan peresmian Posko Kawal Pemilu, peresmian di tandai dengan membubuhkan tanda tangan di sebuah media papan yang menolak politik uang dan politisasi sara. Tidak hanya tanda tanda tangan, oleh ketua Bawaslu RI serta penjabat bupati Tala Achmad Sofiyani dan pejabat Pemprov Kalsel juga memberikan cap lima jari dengan menggunakan cat air dan berwarna-warni yang di susul oleh segenap peserta yang menghaidiri lounching.
Usai meresmikan Posko Kawal Abhan mengatakan, ini merupakan program dari Pusat dan di seluruh provinsi, Cuma dengan sebutannya berbeda-beda sesuai dengan kreativitas daerah.
“untuk di Kalsel mendeklarasikan dengan nama kampung pengawas pemilu, dan dari lounching ini adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu, untuk menciptakan Pilkada yang berintegritas dan bermartabat maka di butuhkan partisipasii dari masyarakat,”jelas Abhan.
Dari 4 kabupatan kota di Kalsel yang akan melaksanakan pilkada, maka dengan adanya kampung pengawas pemliu di harapkan menjadi simbol dan inspirasi bagi daerah lainnya yang tidak saja di Kalsel tapi bagi provinsi lainnya untuk gerakan menolak politik uang, politisasi sara dan ujaran kebencian.
Lewat lounching kampung pengawas pemilu sebagai bentuk sosialiasi kepada masyarakat. Persoalan politik uang adalah persoalan yang luar biasa dan akan merusak tatanan kehidupan, dan masyarakat harus berani untuk menolaknya.
Lebih lanjut Abhan menambahkan, keberadaan kampung pengawas akan di lihat pada saat nanti pelaksanaan hari H pemilihan kepala daerah, dan optimis di Desa Tirta Jaya ini tidak ada politik uang, karena oleh kepala desa setempat bersama warganya sudah menyatakan lewat deklarasi yang menolak adanya politik uang, politisasi sara dan ujaran kebencian.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook