KECELAKAAN

Trio Penambang Emas Ilegal Diamankan

INFOTANAHLAUT.COM- Tiga orang di tetapkan sebagai tersangka dan di amankan di Polres Tala dari hasil operasi Penambangan Tanpa Ijin (Peti), karena melakukan penambang emas ilegal di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ulang dan di Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar.
Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat, Kamis (16/8) kepada sejumlah awak media di kantor Polres Tala mengatakan, para pelaku penambang emas ilegal dalam menggalai atau mencari emas menggunakan mesin penyedot air, dan cara semacam itu membawa dampak kerusakan pada lingkungan selain melanggar ijin. Aktivitas penambangan emas illegal ini juga tidak semata mengamankan para pelaku, Polis juga mengamankan sejumlah barang butki lainnya seperti 1 unit penyedot air lainnya merek Jiangfa warna coklat, 3 buah karpet, 1 buah lemari kaca, 1 buah baskom kecil, 1 buah kanebo warna kuning, 1 buah alat pengering, 1 buah alat pendulang, 1 buah mangkon dari tanah liat, 1 buah linggis, 1 unit timbangan emas, dan air raksa yang di tempatkan di dalam botol plastik warna hijau.
Pelaku masing-masing yakni S, M dan A warga Kecamatan Tambang Ulang.
Kronologisnya, pada akhir bulan Juli 2017 lalu sekitar pukul 14.30 wita Polisi menghentikan kegiatan aktivitas penambangan emas illegal di Desa Sungai Pinang. Setelah dilakuka wawancara secara lisan kepada para pekerja di lokasi penambangan emas bahwa yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan emas adalah S.
Para pelaku penambang emas ilegal di jerat dengan pasal 158 undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara yang di ancam dengan dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 milliar rupiah.
Dalam pengakuan S salah satu pelaku, bekerja melakukan penambangan emas tersebut tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kerja itupun tidak memiliki keahlian, terbukti dengan dirinya berpindah-pindah bekerja sebagai penambang emas, dan sebelum bekerja menambag emas dirinya bekerja di wilayah Barito, Kalimantan Tengah.
“Saat di Kateng sendiri, jenis pekerjaannya juga sama seperti ini, dan bicara soal hasil pendapatan yang di peroleh pun tidak menentu, harga jual untuk emas ini sebesar Rp 300 ribu per gram yang di jual kepada tengkulak di tempat, dan paling besar bisa dapat sampai 5 gram,”kata S pula.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook