KECELAKAAN

Truk Muatan Ammonium Nitrate Terbalik

INFOTANAHLAUT.COM-Sebuah truk fuso warna orange bernomor polisi KT 8885 AD yang sarat muatan bahan peledak untuk pertambangan batu bara (Ammonium Nitrate) dalam jumlah belasan ton, Sabtu (29/4) dini hari sekitar pukul 02.00 wita terbalik.
Truk naas yang terbalik itu berada tepat di jalan A.Yani atau dekat dengan markas Kodim 1009 Pelaihari.
Menurut Madi (52) sang sopir truk warga Banjarmasin ini menuturkan, saat itu hanya dengan kecepatan antara 40 sampai 50 km/jam, ia saat akan mendekati median jalan yang terbuat dari beton ini melihat ada orang yang akan menyeberang, maka untuk menghindari menabrak orang yang menyeberang itu, banting stir kearah kanan, namun tidak mengetahui kalau di situ ada median jalan.
“demi untuk menghindari menabrak orang yang hendak menyeberang, maka terpaksa banting stir ke sebelah kanan, dan ternyata menabrak median jalan,” terangnya.
Truk muatan bahan peledak untuk kegiatan penambangan batu bara itu, di ambil dari pelabuhan Trisaksti Banjarmasin dan akan di kirim ke salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di wilayah Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu.
Akibat hantaman bagian depan truk fuso itu, median jalan pun porak-poranda sepanjang kurang lebih 5 meter. Median jalan ini sendiri memang tidak nampak di cat, sehingga rawan untuk di tabrak, di samping itu pengerjaan median jalan juga belum selesai. Konon kabarnya tahun ini akan di selesaikan sampai ke tugu SPBU simpang 3 Angsau.
Menurut warga,Samsul menyebutkan memang sudah sering terjadi di lokasi tersebut terjadi kecelakaan, dan tidak lama sebelumnya sebuah truk pengangkut kayu arang pun pernah terbalik karena menghantam median jalan tersebut.
“setidaknya di beri tanda di lokasi median itu, atau paling tidak di cat agar terlihat saat kena sorot lampu kendaraan jika di malam hari, di samping itu sepanjang jalan dari simpang tugu Polres sampai ke depan Kodim 1009 sepanjang kurang lebih 500 meter tidak di beri jarak atau pemutus untuk putar balik,” keluhnya.
Proses evakuasi truk bemuatan bahan peledak itu terpaksa harus mendatangkan alat berat dari Banjarmasin.
Sekitar pukul 08.30 wita, alat berat pun tiba, dan langkah pertama mengevakuasi bahan-bahan angkutan dengan cara menepikan dan di letakan di trotoar, yang kemudian di teruskan dengan mengembalikan posisi truk seperti semula.
Proses evakuasi truk naas ini menjadi tontonan warga yang melintas, dan bahkan oleh warga mengabadikan moment tersebut dengan kamera ponselnya, sementara oleh beberapa anggota dari Satlantas Polres Tala mengatur arus agar tidak terjadi kemacetan, walau kemacetan sempat terjadi sepanjang 100 meter, namun tidak lama karena evakuasi truk fuso hanya berselang hitungan menit.
Untungnya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena muatan untuk bahan peledak tambang batubara itu, dan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sehingga arus lalu lintas kembali berjalan normal.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook