KESEHATAN

Tubuh Kaku Seperti Kayu

INFOTANAHLAUT.COM-Jaimun, warga Desa Kait-Kait Rt 12 Rw 3 Kecamatan Bati-Bati yang hidup dalam kondisi serba kekurangan, ternyata menyisihkan cerita lain. Anak kedua dari Jaimun dan Nur Hasanah sang isterinya bernama Ahmad Rizki (7) mengalami kelainan pada fisiknya. Kendati fisik lengkap, mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, namun di bagian kedua tangan hingga sampai kedua kaki kaku bagaikan seperti kayu.

Sedikitpun kedua tangan dan kakinya tidak bisa di tekuk, hingga di bagian kedua tangan dan kakinya mengecil dan terlihat hanya kulit membalut tulang, bahkan pada kedua telapak tangan Ahmad membengkok ke arah saling berhadapan kanan maupun kiri.

Hanya pada bagian kepala Ahmad saja yang bisa di gerakan ke kanan maupun ke kiri, itu pun masih nampak menengadah keatas saat menoleh ke kanan atau ke kiri.

Sang ibu Nur Hasanah, usai melakukan pekerjaan rumah tangga melanjutkan merawat Ahmad Rizki. Hanya suara tangislah yang bisa di keluarkan Ahmad Rizki kala ia merasa haus atau lapar.

Keluarga Jaimun yang tinggal di sebuah rumah kayu berukuran 6×4 meter persegi itupun sudah tidak layak huni. Sejumlah kayu-kayu di sudut ruangan pun sudah mulai lapuk kayunya.

Hanya menggunakan daun rumbia yang terpasang di bagian dindin dapurlah sebagai upaya untuk menahan siraman air hujan dan teriknya sengatan sinar matahari.

Jum’at (24/3) kemarin saat berada di rumah Jaimun, saat itu Jaimun pun harus merelakan waktu kerjanya hanya untuk menceritakan keadaan kondisi anaknya Ahmad Rizki yang mengalami kelainan pada tubuhnya.

“awalnya lahir sempurna dan normal, selang berjalan satu setengah tahun, anaknya sakit panas bahkan kejang-kejang, pasca sakit itulah muncul kelainan tersebut. Sekujur tubuhnya terlihat kaku tidak bisa di gerakkan, sekarang ini yang dilakukan hanya meminta obat ke Puskesmas agar tidurnya bisa tenang, karena kalau di malah hari Ahmad Rizki susah untuk tidur,”cerita Jaimun.

Dengan sabar sang isteri Jaimun merawat kondisi anaknya yang mengalami kelainan sejak sakit 7 tahun silam.

Kini Ahmad Rizki hanya terbaring di sebuah tilam yang di dapat Jaimun dari bantuan orang, hingga sampai usia Ahmad Rizki menginjak 7 tahun.

Jaimun menambahkan, memang sudah pernah ada kunjungan dari beberapa pihak seperti dinas kesehatan provinsi Kalsel dan memberikan bantuan berupa kelambu anti nyamuk, termasuk bupati Tala Bambang Alamsyah belum lama tadi, bahkan oleh bupati Tala kala itu berjanji untuk membedah rumah.

Dengan penghasilan antara Rp 40.000 sampai Rp 50.000 sehari sebagai tenaga serabutan tanaman karet orang, bagi Jaimun jelaslah tidak akan mampu melakukan pengobatan bagi anaknya.

Cahaya terang untuk bisa melakukan pengobatan bagi anaknya mulai nampak, makanala saat bupati Tala Bambang Alamsyah yang menjamin biaya pengobatan anaknya.

“saat bupati Tala mas Bambang datang ke rumah, alhamdulillah segala yang menyangkut biaya pengobatan anaknya di jamin mas Bambang,”ucapnya.

Untuk menambah penghasilan, atau setidaknya bisa untuk membeli beras, Jaimun pun memelihara 7 ekor kambing, akan tetapi kambing-kambing yang ia rawat itupun adalah titipan dari orang, pendek kata ambil upah menggaduh kambing dan jika kambing ada yang melahirkan, maka ada kesepakatan bagi hasil dengan pemiliknya. Dalam kurun waktu seminggu, Jaimun sendiri selama 2 sampai 3 kali dalam seminggu harus mencarikan rumput untuk pakan kambing-kambing yang ia gaduh di sebuah kandang yang cukup sederhana.

Mengakhiri kunjungan ke rumah Jaimun, ia hanya berharap agar kelak kondisi anaknya dapat hidup normal layaknya anak-anak lain yang ada di desa, hingga juga bisa sampai sekolah, dan rasa ucap syukur yang teramat tak terhingga dari semua pihak yang telah membantu, baik peduli dengan kondisi rumah maupun anaknya, dan ini semua sebagai bentuk ujian besar kesabaran dari sang pencipta semesta alam.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook