PUBLIK

Tuntut Pemkab Buka Kembali Pabrik

INFOTANAHLAUT.COM- Polemik PT. Fresh Sea Food On Time sebagai sebuah pabrik pengalengan Rajungan kian pelik, setelah sebelumnya dengan warga sekitar pabrik sempat terjadi keributan karena membuat jalan rusak, ternyata di internal karyawan pun menuai masalah.
Imbasnya memang karena adanya surat dari Pemkab Tanah Laut yang seyogianya meminta keberadaan perusahaan pindah dari lokasinya di jalan Mufakat Kelurahan Angsau karena tidak sesuai dengan Perda tentang Tata Ruang.
Atas kondisi demikian, operasional perusahaan pun tidak dapat berjalan sebagai mana biasa, karena memang oleh warga beberapa waktu lalu meminta kepada perusahaan untuk tidak memproduksi kembali, dan meminta bahan baku tidak boleh masuk. Dari itulah, karyawan pun otomatis tidak bisa lagi bekerja di pabrik tersebut, buntut-buntutnya seluruh karyawan kecual Satpam pabrik, Senin (22/5) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor bupati Tala.
Dari lokasi pabrik hingga sampai ke kantor bupati dengan jarak tempuh kurang lebih 1 km para karyawan ini berjalan kaki, dan mendapat pengawalan dari aparat Polres Tanah Laut. Sepanjang jalan yang mereka lewati, baik itu melewati pemukiman dan sekolahan selalu menjadi perhatian warga lainnya. Beragam aneka tulisan di atas kertas karton pun mereke tuliskan.
Niat mereka ingin meminta penjelasan kepada bupati Tala Bambang Alamsyah, namun sayangnya bupati saat itu tidak di tempat dan aksi karyawan ini di terima Plt Asisten 1 bidang pemerintahan Bambang Kusudarisman.
Salah seorang karyawan yang menggunakan pengeras suara jinjing bahkan dengan keras bersuara, bahwa janji dari Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat di Tala omong kosong semata, bahkan kalau boleh jujur bahwa saya yang ikut memilih mas Bambang dalam pemilihan bupati lewat, tapi beginikah hasilnya, karyawan yang juga masyarakatnya terlantar.
Yel-yel di kumandangkan para karyawan yang rata-rata kaum perempuan, yang intinya meminta keada Pemkab untuk mencabut ijin operasional pabrik sebagai tempat mereka mendapatkan rejeki.
Sementara itu, 6 orang perwakilan karyawan di terima langsung oleh Plt asisten 1 dan melakukan diskusi bersama dengan pejabat lainnya seperti Satpol PP, bagian perijinan, bidang tata ruang dinas PU, Disnaker, Camat Pelaihari dan Lurah Angsau.
Di jelaskan oleh kabid tata ruang Dinas PU Dwi Laksmina Yunika, bahwa tidak ada sebenarnya kata pabrik di tutup, hanya saja meminta kepada manajemen pabrik untuk memindahkan lokasi pabrik, karena sesuai dengan Perda tata ruang yang tidak di perkenankan ada industri di kawasan di tengah pemukiman.
Pembahasan bersama ini berjalan kurang lebih 2 jam, dan sambil menunggu utusan mereka selesai, para karyawan yang demo di luar tetap sabar menunggu sambil meneriakan yel-yel.
Usai pertemuan Plt Asisten 1 Bambang Kusadarisman mengatakan, memang dari pihak Pemkab Tanah Laut begitu memikirkan keberadaan karyawan selanjutnya, namun aturan tetap di jalankan khususunya yang menyangkut Perda tata ruang.
“kami sudah komunikasi dengan owner perusahaan tersebut, tapi jawabanya tidak memuaskan, dan malah dengan nada setengah mengancam menyebutkan jika memang demikian investasi di Tanah Laut kami pindahkan,” ucap Bambang.
Ia menambahkan, Pemkab Tala begitu membuka seluas-luasnya investasi, memberikan kemudahan bukan sebaliknya, tapi perlu di ingat aturan yang menetapkan ada lokasi tertentu yang memang sudah di plot, baik itu untuk industri ringan dan berat, yakni di Kecamatan Bati-Bati, Jorong dan Kintap.
Sementara itu menurut Hani salah seorang karyawati menuturkan, ia bekerja sejak awal pabrik pengalengan Rajungan ini buka 7 bulan lewat.
“kerja di pabrik itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, untuk adik yang masih sekolah, sementara orang tua sudah tidak bisa bekerja, pendek kata sebagai tulang punggung, maka beharap kembali bekerja dan pabrik kembali di buka. Kalau bicara cukup atau tidak gaji ya di cukup-cukupkanlah,” katanya.
Di tengah-tengah kerumunan para karyawan, ternyata nampak ketua DPRD Tala Ahmad Yani. Ia mencoba berkomunikasi dengan karyawan, apa yang menjadi keluhan mereka, dan memberikan pandangan-pandangan tentang bagaimana sebuah peraturan baik yang di larang atau yang tidak tentang sebuah perusahaan atau pabrik.
“pada intinya karyawan ini tidak muluk-muluk, bagaimana mereka bisa kembali bekerja, memang dari sisi lain pemerintah juga harus menjalankan peraturan, tinggal bagaimana manajemen perusahaan menyikapi hal tersebut, terlebih sudah di tawarkan bahwa perushaan tidak di tutup namun hanya pindah lokasi semata, maka status karyawan pun bisa tetap,” jelasnya.
Ahmad Yani menambahkan, yang dilakukan pasca aksi ini duduk bersama owner, Pemkab dan karyawan, jangan sampai owner hanya memakai tenaga kerja ketika ada permasalahan malah lepas tangan.
Para karyawan yang melakukan aksi demo pada akhirnya membubarkan diri dengan tertib, namun mereka tidak lagi harus jalan kaki menuju pabrik akan tetapi di siapkan 2 buah armada bis dan truk Dalmas dari Polres Tala yang mengantar mereka ke lokasi pabrik.
Kesimpulan dari mediasi yang dilakukan karyawan dan pihak Pemkab bahwa Pemkab tetap berpegang kepada Perda Tata Ruang, sementara karyawan pun di minta mengkomunikasikan ke owner pabrik mereka.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook