PUBLIK

Turun Kedesa Lakukan Pembinaan Keuangan Desa

INFOTANAHLAUT.COM-Kecenderungan bagi aparat di level pemerintahan desa terkadang masih ragu atau mungkin tidak paham dalam mengelola dana desa atau biasa di sebut Alokasi Dana Desa (ADD) atau ada pula yang menyebutnya Anggaran Dana Desa yang telah di gelontorkan ke desa-desa melalui sistem transfer ke kepala desa dari Pemerintah Daerah maupun Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat, sehingga berujung tidak optimalnya dana desa tersebut membawa manfaat bagi warga desa, padahal di desa itu sendiri sangat memerlukan adanya sebuah pembangunan yang membawa kemajuan desa serta manfaat bagi warga desa itu sendiri. Beberapa kasus-kasus yang menyeret oknum kades karena di duga manfaatkan dana desa untuk keperluan pribadi berujung pada persoalan hukum lantaran tidak bisa mempertanggung jawabkannya.
Sejauh mana pengelolaan keuangan desa, apakah para aparatur di tingkat desa sudah paham atau belum, Sutarno,S.Kep.Ners.MM, Camat Kintap ini bersama jajarannya seperti Sekretaris Camat (Sekcam), Kasi Tata Pemerintahan serta Kasi PMD turun ke desa-desa yang ada di wilayah kerjanya. Hal itu dilakukan sebagai kegiatan rutin dalam rangka penekanan dan pembinaan masalah penggunaan keuangan desa agar sesuai kaidah-kaidah dan SOP yang berlaku.
Jum’at (28/09/2018) pekan tadi, Camat Kintap Sutarno mengatakan, turun ke semua desa yang jumlahnya 14 desa juga menyesuaikan kesibukan di kantor kecamatan.
“Saat berada di sebuah desa maka langkah pembinaan di berikan kepada aparat di desa-desa, dan hasilnya selama turun ke desa alhamdulillah di desa sudah paham akan pengelolaan keuangan desa,”kata Sutarno.
Ia menambahkan, jika ada pengelola keuangan yang masih belum pahan maka di sarankan untuk konsultasi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tanah Laut atau ke Inspektorat agar kelak tidak menimbulkan masalah.
Kegiatan turun ke desa tersebut akan terus dilakukan sampai akhir tahun, dan desa yang paling jauh di kunjungi yakni Desa Salaman dan Desa Riam Adungan plus dengan kondisi jalan yang berbatu dan jarak tempuh kurang lebih 25 km dari ibukota Kecamatan Kintap. Namun, bagaimanapun kondisinya sebuah desa yang di kunjungi menjadi tanggung jawab moral bagi Camat Kintap selaku pembina desa-desa.
Camat Kintap Sutarno mengatakan pula, dalam melakukan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan desa juga di lihat yang berkaitan langsung dengan penggunaan dana desa jika itu di gunakan untuk kegiatan fisik atau fasilitas publik di desa seperti drainase, jalan-jalan desa serta bangunan sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) contohnya di Desa Sebamban Baru.
“langkah turun ke desa ini memang tidak terjawdal akan tetapi pasti dilakukan, dan selain itu saat turun ke desa sekaligus juga inspeksi mendadak (Sidak) untuk melihat kinerja staf-staf di desa,”tutup Camat Kintap.
Tercatat, 14 desa di Kecamatan Kintap dengan ADD dan DD yang masing-masing di dapat yakni Desa Kintap Rp 1.471.644.121, Desa Kintapura Rp 1.440.190.681, Desa Pandan Sari Rp 1.380.580.247, Desa Salaman Rp 1.464.440.161, Desa Riam Adungan Rp 1.733.390.135, Desa Pasir Putih Rp 1.378.997.694, Desa Kintap Kecil Rp 1.542.185.536, Desa Muara Kintap Rp 1.792.345.547, Desa Sungai Cuka Rp 1.464.493.974, Desa Kebun Raya Rp 1.341.013.075, Desa Bukit Mulya Rp 1.362.885.655, Desa Mekar Sari Rp 1.271.176.917, Desa Sumber Jaya Rp 1.299.463.852, dan Desa Sebamban Baru Rp 1.325.451.760.Tung

1
50%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
50%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook