PEMKAB TALA

UKM Omzet Diatas 50 Juta Dilarang Pakai Tabung Lemon

INFOTANAHLAUT.COM-Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang usahanya berkaitan dengan penggunaan tabung gas melon isi 3 Kg dan dengan omzetnya di atas Rp 50 juta, maka dilarang kembali menggunakan tabung melon tersebut, demikian di utarakan M.Ariyadi selaku Ceker PT. Pertamina untuk wilayah Banjarmasin, Rabu (13/3) usai rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemkab Tanah Laut di lantai 3 kantor Setda Tala kemarin. Rakor di ikuti Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan, Dinas Tanaman Pangan, dan Holbun, Dishub, Kodim 1009 Pelaihari, Bulog Kalsel, Bagian Ekonomi Setda Tala, PT. Pertamina wilayah Kalsel dan pihak terkait lainnya.
A.Riyadi menambahkan, di Tala sendiri saat ini yang resmi terdaftar di Pertamina ada 6 pangkalan dan ada sebanyak 253 pangkalan. Jika ada UKM yang menggunakan tabung melon sementara omzetnya di atas Rp 50 juta, maka langsung di ganti dengan yang 12 kg.
Sementara saat di singgung sempat terjadinya kelangkaan tabung 3 Kg di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Ariyadi menjelaskan bahwa sejak bulan Februari lalu memang karena kondisi cuaca di perairan yang buruk, belum lagi kondisi alur sungai Barito, sehingga terjadi keterlambatan pengiriman, namun kini untuk Pertamina telah ada tambahan 4 buah kapal pengangkut gas elpiji dengan tujuan untuk mengatasi kelangkaan gas 3 kg di Kalsel. Tanah Laut sendiri mendapat tambahan tabung gas 3 kg sebanyak 11.000.
“Pertamina di Kalsel hanya sebatas menyalurkan saja, soal penambahan kuota perdaerah hanya cukup di ketahui saja, dan itu kewenangan Kementeran SDM dan Pertamina Pusat. Harapan kepada pengecer menjual berdasarkan hatu nurani sesuai harga yang masih bisa di jangkau warga, jangan ambil kesempatan di saat kesulitan,” jelas Ariyadi.
Sementara itu kepala Dinas koperasi, Usahan Kecil dan Perdagangan M.Raffiki Effendi mengutarakan, kendala kurangnya kuota tabung di Tala jika ingin menambah ke Kementerian SDM dan Pertamina pusat sulit, karena kewenangan berada di provinsi dan di kabupaten tidak ada, kecuali usulan dalam satu provinsi baru nanti di bagikan ke daerah.
Di tambahkan Raffiki, menyangkut kenaikan harga khususnya di 6 agen sudah di tanyakan, apakah harga dari pertamina atau dari agen, namun dari agen sampai di kirim surat 2 kali surat tidak meresponnya, dengan kondisi demikian jelas terhambat untuk perolehan data.
“minta data ke agen sudah sejak bulan Januari 2018 lalu hingga sekarang tidak ada jawaban dari agen, jalan terakhir yang mungkin harus di tempuh yakni melalui surat bupati Tala berhak mencabut ijin usaha agen jika apa yang di minta tidak di respon,” kata Raffiki.
Mengenai tabung lemon ini pernah juga dilakukan operasi oleh Satgas Pangan yang menemukan ada yang menjual seharga Rp 35 ribu.
Saat ini masyarakat bisa melaporkan langsung karena di papan nama agen tertera nomor Hp jika di temukan harga melebihi. Sementara untuk armada elpiji pun harus memiliki papan nama berlogo PT. Pertamina, jika angkutan mobil pick up biasa tanpa papan nama patut di duga itu illegal.
Sementara itu, Kabag ekonomi M.Yusran mengatakan, terhadap adanya penggunaan tabung gas isi 5 kg atau tabung pink yang telah di sosilaisasikan Pertamina ke ASN Tanah Laut tahun 2017 kemarin untuk wajib menggunakan tabung tersebut, baru terdata 80 persen saja yang menggunakannya.
“harapan dengan penuh kesadaran para ASN di lingkup Pemkab Tanah Laut bisa beralih ke tabung 5 kg, karena yang tabung 3 kg itu di peruntukan bagi masyarakat ekonomi kebawah,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, M.Kosim salah satu pangkalan gas di Desa Balirejo Kecamatan Pelaihari menuturkan, kekosongan gas ini sudah kerap kali terjadi walau tidak sampai 1 bulan atau paling lama 1 minggu.
Untuk penggunaan tabung gas 5 kg yang di khususkan ke ASN hal itu pun masih jarang.
“tidak mungkin dong saya menanyakan setiap ke pembeli, apakah ASN atau bukan, hal ini di butuhkan kesadaran saja dari ASN nya, bahkan ada saja ASN yang masih menggunakan tabung 3 kg kalau tabung 3 kg melimpah, efeknya tabung 5 kg jadi lambat habis,” tuturnya.
Ia menambahkan, entah di mana ruwetnya dulu dalam seminggu bisa menghabiskan 10.000 tabung 3 kg, namun kini dalam 1 bulan hanya bisa menjual tabung 3 kg sebanyak 750 tabung. Jika ada tambahan kuota bagus saja hanya tinggal pengaturan atau pembagian yang adil ke setiap agen.
Harapan, kepada Satgas Pangan megambil tindakan tegas jika ada yang menimbun gas 3 kg.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook