TOKOH

Umat Muslim Membludak Dihaul Akbar Ke 52 Tokoh Pendiri Tala

INFOTANAHLAUT.COM-Memperingati wafatnya Datu H.Bakeri bin H.Abdurahman yang ke 52, yang juga salah satu tokoh pendiri Kabupaten Tanah Laut dilaksanakan haul akbar. Pada haul ke 52 tersebut di awali dengan melakukan ziarah ke makam Datu H.Bakeri bin H.Abdurahman, Jum’at sore (4/10) pekan tadi di pemakaman umum Muslimin Jalan A.Yani Pelaihari.
Pembacaan doa para ziarah ke tokoh pendiri Tala di pimpin oleh habib Dr.Alwi Hamid Shihab dari Tarim Hadralmaut. Dalam ziarah turut di hadiri keluarga dari tokoh pendiri Tala dan masyarakat. Pembacaan tahlil pun nampak khidmat di ikuti.
Peringatan haul juga di teruskan dengan doa haul bersama yang di gelar di rumah salah satu buyut tokoh pendiri Tala M.Agus Erfansyah di Jalan Matah Komplek Karunia Kembar 1 Pelaihari pada malam harinya.
Dalam doa haul akbar beberapa habib hadir yakni habib Muhammad bin Anis bin Syahab, habib Muhammad Al Habsy dari kota Solo, Jawa Tengah, habib Ahmad Assegaf, dan guru H.Nur Mahmudi selaku penerjemah.
Umat muslim pun, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak membludak menghadiri haul akbar tersebut. Alunan maulid habsy pun mengumandang.
Pada doa haul bersama di bacakan cerita perjalan hidup (Manakib) tokoh pendiri Tala oleh Budi Nafarin yang merupakan buyut kesekian dari tokoh pendiri Tala ini.
H.Bakeri bin Abdurahman merupakan anak dari Abdul Rahman dan Maimunah yang terlahir di tahun 1880 masehi di Pelaihari. Selama 55 tahun H.Bakeri menjadi kepala padang atau kepala kampung Pelaihari dan menetap di Jalan Sawahan Pelaihari, kemudian di teruskan oleh anaknya Matran HB lantaran H.Bakeri sudah ujur. Keseharian H.Bakeri suka memakai kain sarung dan berecela setengah panjang (Katuk), kaos oblong, dan suka pakai tongkat.
Pada tahun 1953, merupakan program Tranmigrasi,di Desa Gunung Gundul sekarang Desa Gunung Makmur di Kecamatan Takisung, para pendatang dari Jawa banyak datang kerumah H.Bakeri dan banyak yang menginap di rumahnya, dan bahkan ada yang menginap selama 2 bulan di rumahnya. H.Bakeri juga meminjamkan tanah di daerah Bramban untuk di bangun rumah.
Kehidupan H.Bakeri di kenal dermawan dan pemurah serta suka memberi makan orang, bahkan jika pihak keluarga ingin membuat kue, maka di minta membuatnya sendiri. Isteri H.Bakeri bernama Hj.Arpah bahkan pernah menyediakan 1 karung tepung terigu untuk membuat keu Lempeng (Pizzanya Pelaihari).
Ketika penjajah dari Jepang datang justru tidak menyakiti H.Bakrie dan keluarganya maupun masyarakat, namun Jepang malah bersikap santun. Itulah sebagian kharismatik atau wibawa yang di berikan Allah SWT sebagai kelebihannya. H.Bakeri juga dalam bertindak cepat dalam melerai perselisihan antar warga yang nyaris berkelahi lantaran emosi tinggi, hingga tidak jadi berkelahi. Taat beribadat, suka membaca kalimat solawat dan menyerukan kepada keluarganya untuk menyukai membaca solawat.
H. Bakeri punya amalan yakni kalau ada maling atau pencuri yang masuk rumah, maka maling itu tidak bisa pulang sebelum di beri makan baru di suruh pulang, dan H.Bakeri senang bersahabat dengan para ulama.
H.Bakeri juga penjual atau pedagang ternak sapi. H.Bakeri punya anak 13 orang dari isteri bernama Hj.Arpah, namun isterinya Hj.Arpah meninggal saat ibadah haji di Mekkah. H. Bakeri menikah lagi dengan Nur Hayah dan di karuniai anak 1 orang bernama Ahmad Murjani.
Berkat dorongan dan doa restu dari H.Bakeri kepada kedua anaknya H.Matran HB dan H.Parhan HB, dan dukungan dari keluarga lainnya untuk menjadikan Kewedanan Tanah Laut untuk menjadi Daswati II Tanah Laut atau yang sekarang di sebut Daerah Tingkat 2 Tanah Laut.
Akhirnya Allah SWT pun memanggil untuk mengjadapnya. H.Bakeri pun wafat pada tanggal 9-10 Shafar 1967 masehi, dan di makamkan di pekuburan Muslimin Tanah Merah Pelaihari.
Tausiah habib M.Al Habsy tentang bakti anak dengan orang tua. Disebutkan, pada jaman milenial sekarang di tanya orang tua di jawab pakai whats app, di nasehati orang tua malah pakai head set HP, itulah ciri-ciri anak durhaka sekarang.
Tausiah pun dilakukan sebanyak 3 sesi. Diantaranya oleh Dr.Alwi Hamid Shihab dari Hadralmaut yang di terjemahkan oleh guru Mahmudi.
Dalam tausih dalam dua bahasa Arab oleh Dr.Alwi Hamid Hamid dan di terjemahkan ke bahasa Indonesia oleh guru Mahmudi itu menceritakan bakti anak kepada orang tua di saat masih hidup, hingga kewajiban anak ketika orang tua sudah meninggal.
H.Saryanie salah seorang cucu dari H.Bakeri pada momentum haul ke 52 mengutarakan, Haul Akbar ini adalah untuk, dan berharap juga kepada almarhum pendiri Tala yang lainnya bisa melaksanakan haul setiap tahun, terlebih pada setiap hari jadi Tala bisa di agendakan kegiatan haul untuk pendiri Tala. Berharap pula, Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah yang agamis, Pemkab selalu bantu Ponpes-ponpes, majelis Ta’lim.
Pada setahun kepemimpinan bupati Tala H.Sukamta-Abdi berharap ASN di benahi benar-benar sesuai dengan disiplin ilmunnya/keahliannya. Pelaksanaan proyek-proyek daerah dalam rangka pemerataan maka berikan kesempatan secara merata kepada kontraktor daerah, dan terakhir terkait pada pogram pembangunan hendaknya berdasarkan asas manfaat, pakai skala prioritas dan mana yang paling urgen bagi rakyat, tutup H.Saryanie.Tung

2
66%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
33%
angry

Komentar Facebook