PUBLIK

UPT PKB Terus Pacu Pendapatan

INFOTANAHLAUT.COM-Dalam setiap harinya, terlihat kendaraan roda 4 dan 6 harus antri di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Dinas Perhubungan Tala.
Kendaraan-kendaraan tersebut adalah untuk kendaraan angkutan barang, untuk selanjutnya melakukan uji KIR.
Dishub di bidang UPT PKB terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah melalui sektor KIR.
Daryono, kasubag TU bagian UPT Pengujian Kebadaraan Bermotor (PKB), Senin (23/9) mengatakan, untuk pendapatan di sektor ini target di pasang sebesar Rp 400 juta lebih, dan sampai pada bulan September sudah masuk sebesar Rp 388.665.000 atau 84,67 persen.
Ia menjelaskan, dalam sehari bisa 30 sampai 40 buah mobil yang masuk untuk uji KIR, dan puncaknya memang pada saat ada razia beberapa waktu lalu.
Pengujian KIR pada mobil angkutan barang semuanya, baik itu uji lampu, rem, emisi gas buang, ban, dan beban kendaraan.
Sesuai dengan Peraturah Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2019 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor di sebutkan, untuk kendaraan baru sebesar Rp 85.000, uji berkala Rp 10.000, rekomendasi uji keluar daerah Rp 75.000, pengujian emisi gas buang (CO/HC dan asap) untuk kendaraan bermotor tidak wajib uji Rp 25.000, pembuatan dan penggantian buku lulus uji berkala Rp 25.000, pembuatan dan penggantian buku lulus uji berkala hilang Rp 100.000.
Kemudian di jelaskan, pelayanan teknis pengujian kendaraan bermotor di jalan per 6 bulan, JBB sampai dengan 3.000 kg Rp 72.500, JBB 3.001 kg sampai dengan 6.000 kg Rp 82.500, JBB 6.001 kg sampai dengan 9.000 kg Rp 92.500, JBB 9.001 sampai dengan 14.000 kg Rp 102.500 daj JBB di atas 14.000 kg Rp 112.500. Sementara untuk kereta gandengan atau kereta tempelan Rp 50.000.
Daryono menambahkan, pemasangan bamper tambahan dari pipa itu tidak di perkenankan, dan selama uji kir maka bemper harus di lepas. Acesoris seperti bamper tambahan berpengaruh kepada resiko kecelakaan, karena akan ada terjadi peningkatan beban kendaraan, di samping memang tidak di anjurkan memakai acesories bamper pakai bahan pipa besi.
Pada UPT PKB dalam hal pembayaran langsung ke bank Kalsel, bisa juga bayar pakai kartu kredit gesek atau lewat transfer.
Bagi masyarakat yang melakukan uji kir tidak lulus maka di beri kesempatan sebanyak 2 kali mengulangnya dan itu gratis.
Inovasi kedepan di bidang UPT PKB dalam waktu dekat akan lounching pendapafran online, masyarakat bisa daftar lewat smart phonenya, kata Daryono pula.
UPT PKB Dishub Tala sendiri telah mendapatkan penghargaan akridetasi B dari Kementerian Perhubungan di tahun 2018 lalu.
Akridasi B bisa melayani kendaraan dari luar daerah untuk uji KIR, dengan syarat ada pengantar dari Dinas Perhubungan setempat dimana berdomisili.
“Personil di UPT PKB diakui masih kurang, karena pada tingkatan 4 dan 5 yang boleh menandatangani di buku uji kir adalah yang S1 jurusan elektro atau S1 jurusan teknik mesin. Di contohkannya, seperti halnya mobil tanki, maka itu harus di limpahkan ke Tanjung Kabupaten Tabalong,”papar Daryono.
UPT PKB Dishub Tala juga mewacanakan dan berupaya untuk menaikan ke akreditasi A.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook