PEMKAB TALA

Wabup Lihat Sendiri Kebocoran Atap Kantor

INFOTANAHLAUT.COM- Suasana derasnya siraman hujan pada Senin (21/1/2019) membuat di bagian ruang tengah luar kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tala bocor, sehingga rembesan air pun terlihat menggenang di ruang tengah luar tersebut.
Semakin hujan turun dengan derasnya, maka siraman air hujan lewat atap yang bocor itupun semakin deras pula. Atas kondisi demikian, wakil bupati Tala Abdi Rahman yang kebetulan melakukan inpeksi mendadak (Sidak) pun menyaksikan secara langsung atas kebocoran atap.
Pengakuan salah seorang staf DPUPRP, untuk kebocoran atap dari kebocoran saat hujan itu sudah beberapa kali dilakukan perbaikan, mungkin untuk talang hujannya yang tidak mampu menampung air hujan, sehingga meluap saat terisi air hujan, khususnya pada saat berlangsung hujan yang begitu deras.
Hal lain yang di temukan oleh wabup dalam sidaknya di salah satu ruang staf kabid yang di dampingi Kadis PUPRP Tala Muhardin, adanya kartu domino, dan oleh wabup pun meminta kepala dinasnya untuk menindak lanjutinya berupa teguran.
“Biasalah dalam sidak di beberapa SKPD menang kadang ada juga kartu domino, namun setelah di konfirmasikan ke kabidnya menyebutkan bahwa kartu domino hanya untuk sekedar permainan dari para penjaga malam kantor, dan hanya untuk permainan saja,”kata wabup.
Ia menambahkan, kalau mau hiburan atau bermain-main jangan di kantor, karena kantor tempatnya untuk kerja.
Dalam sidak wabup Tala, satu per satu ruangan kepala bagian (kabag) tidak luput di masuki wabup Tala. Kedatangan wabup ke DPUPRP itu pun sontak membuat sejumlah ASN sedikit terkejut.
Mengakhiri sidaknya, wabup pun beristirahat di ruang kerja Kadis PUPRP Muhardin.
Dalam keterangan persnya wabup mengatakan, sidak yang dilakukan juga untuk silaturahmi, disamping itu untuk melihat langsung atas keadaan tempat kerja. Terlebih DPUPRP merupakan satuan kerja yang paling banyak menyerap dana APBD. Dalam sidak juga ingin tahu planning atau penyusunan program kerja apakah sudah tepat sasaran dari yang telah tersusun. Penyusunan program kerja harus di sinkronkan pembangunan infrastruktur antara desa dan kabupaten. Jadi jangan sampai sama terfokus atau numpuk, duduk satu meja dulu antara Bappeda, DPMD, DPUPRP, Camat dan kepala desa yang bersangkutan.
Kemudian juga ingin melihat sejauh mana aplikasi di lapangan oleh ASN setelah di berlakukannya absen sidik jari. Cara semacam ini sendiri diakui wabup masih banyak kelemahan, karena ada saja selesai memberikan tanda ke alat absen sidik jari pada pagi hari, lantas beberapa saat pulang atau tidak berada di ruang kerjanya, di sambung lagi nanti pada saat akan apel siang baru datang lagi. Akan tetapi kelebihan dari absen sidik jari lantas seorang ASN tidak bisa titip tanda kehadirannya ke kantor, waktu atau jam tiba pun tercatat, beda dengan dulu yang hanya menggunakan pola tanda kehadiran dengan tanda tangan saja yang mungkin bisa saja menuliskan waktu datang ke kantor jam pagi, padahal datangnya setelah apel pagi.
Menurut wabup, suasana kenyamanan kerja juga patut di lihat, bagaimana penataan ruang kerja apakah memang sudah pas, tidak membosankan dan yang penting penataan atau penempatan sejumlah barang-barang terlihat rapi, bukan malahan seperti sebuah gudang yang sejatinya barang tersebut seharusnya bukan berada di ruang kerja kenapa masih di letakkan dalam ruang kerja.
Wakil bupati Tala selanjutnya akan mengagendakan sidak-sidak pada SKPD lainnya.Tung

1
50%
like
1
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook