TOKOH

Wan Abut Kembali Kepangkuan Ilahi

INFOTANAHLAUT.COM- Selasa (11/7) pagi sekitar pukul 09.00 wita, warga di jalan Samudera Rt 2 Pelaihari Kelurahan Pelaihari, warga setempat di gegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang memiliki tubuh gemuk. Itulah ia, Abuziah (62) yang di temukan sudah tidak bernyawa lagi dalam posisi tersandar di ruang tamu rumah kos-kosan yang di sekelilingnya padat pemukiman penduduk.
Di prediksi korban sudah 3 hari berada dalam rumahnya tanpa ada seorang menemani kepergiannya untuk selamanya.
Saat itu pula, Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto, Kapolsek Pelaihari Kota Akp Shofiyah serta bersama anggota polisi lain termasuk unit Inafis Polres Tala melakukan olah TKP dan memasang police line.
Beberapa warga setempat nampak menyaksikan olah TKP oleh polisi dari kejauhan.
Tidak berapa lama, korban di evakuasi ke ruang mayat rumah sakit H Boejasin Pelaihari untuk dilakukan visum.
Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto mengatakan, memang dari hasil visum kepada korban tidak di temukan tanda-tanda bekas kekerasan, dan beberapa saksi yang sudah di mintai keterangan menyebutkan kala korban ada keluhan mengidap penyakit jantung, dan untuk hal ini sepenuhnya di serahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, H Aman selaku ponakan atau dengan korban adalah pamannya menceritakan, kalau memang pada hari itu ada pihak keluarga lain yang di Martapura juga meninggal hari itu, namun saat hendak mengabari korban kalau ada pihak keluarga lain meninggal dengan datang kerumhanya teryata menemukan paman juga meninggal.
“Beberapa kali paman saya hubungi telponnya, namun tidak di angkat, makanya saya datangi langsung kerumahnya, dan Astagfirullah saya pun kaget melihat paman dalam.kondisi demikian,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat di datangi kerumah lampu rumah masih menyala, sepeda motor pun ada, televisi dalam posisi hidup, pintu rumah kos juga tidak terkunci, dan memang ada aroma bau kurang sedap. Paman sendiri memang sudah selama 3 hari yang lalu jarang terlihat, karena biasanya sering ngumpul-ngumpul di warung bersama warga sekitar.
Sosok korban yang biasa di sapa Wan Abut ini memang di kenal orang yang humoris, gampang bergaul dengan orang, bahkan korban pernah bekerja sebagai tenaga security di sebuah cafe di kota Pelaihari.
Di utarakan Hardi salah seorang sahabat korban menuturkan, sosok korban memamg sangat baik dan yang membawa kesan adalah korban paling jago dalam memasak, ia paling tahu makan di mana yang enak dan murah.
“Untungnya korban sudah sempat pergi umroh dan memang ada sempat ngobrol kalau ada keluhan sakit jantung, tidak menyangka kalau umurnya habis tanpa di ketahui orang lain, di samping itu beberapa hari lewat ada sebanyak 8 kali menelpon korban dengan maksud mengajak makan, namun tidak di angkat telpon,” ungkap Hardi.
Wan Abut memang banyak di kenal orang, mulai dari kalangan birokrat, pengusaha, petani, pedagang atau masyarakat biasa.
Korban selanjutnya di makamkan di pemakaman umun Muslimin Pelaihari usai solat ashar.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook