KECELAKAAN

Warga Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan

INFOTANAHLAUT.COM -Buntut pemukulan terhadap Irfan salah seorang orang perusahaan PT.SSA, perusahaan kelapa sawit hingga mengalami luka serius beberapa waktu lalu, dan yang kini masih bermasalah antara HGU perusahaan dengan lahan warga Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar, Jum’at (4/8) sekitar 50-an orang mendatangi kantor Polres Tala.
Sejumlah anggota Polisi juga di siagakan dengan persenjataan lengkap di setiap sudut kantor Polres. Aksi kedatangan mereka adalah dalam misi damai, namun meminta pihak Kepolisian untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku penganiayaan kepada Irfan yang menjadi korban insiden antara warga dengan perusahaan terkait persoalan lahan HGU dengan lahan warga dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.
Sebelum perwakilan mereka bisa menemui Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, massa berkumpul di garasi mobil yang kerap untuk parkir mobil perwira Polres di sudut kiri dari kantor Polres, dan warga yang datang di back up 9 orang pengacara.
Irfan sendiri mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan kanannya patah dan kini di rawat di rumah sakit Ulin Banjarmasin. Saat insiden terjadi Irfan, bersama 3 rekannya tengah membuat parit dengan menggunakan alat berat exsavator, namun 3 rekannya kabur sementara Irfan menjadi korban fisik.
Sesaat menunggu, Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto dan Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi meminta ada utusan warga untuk dilakukan mediasi di ruang pelayanan Gelar Perkara yang juga merupakan ruangan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Mediasi pun tidak berlangsung lama.
Usai mediasi, kasat reskrim AKP Alfian Tri Permadi dalam keterangan persnya mengatakan, atas adanya laporan dari keluarga korban terkait kasus pengeroyokan tersebut mereka menanyakan proses kelanjutan sudah sampai dimana.
“kami jelaskan dari mana sisi hukumnya seperti apa, dan sesuai dengan aturan yang ada, reskrim sudah melakukan langkah-langkah dengan telah memanggil sejumlah pihak sebagai saksi, baik kepala dusun maupun saksi lain yang terkait, selanjutnya dari perkembangan itu bisa di tentukan siapa tersangkanya sesuai dengan petunjuk-pertunjuk yang ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya bukan dead line waktu, tapi bicara normatif hukum, dimana dilakukan pemanggilan pertama dan kedua, dan ketiga dilakukan jemput paksa, sehingga tidak bisa di katakan harus hari ini harus hari itu, karena ada skedul normatif.
Sementara itu H. Umar selaku pengacar massa mengatakan, warga sudah jelas meminta agar Polisi segera mengusut tuntas pelaku penganiayaan kepada Irfan.
“kami percayakan kepada pihak Kepolisian atas pengusutan kasus ini, sehingga tidak ada isu berkembang kalau polisi diam saja, dan berharap segera bergerak menuntaskannya,” katanya.
Di tempat yang sama, H.Gani selaku tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, bahwa memang kedatangan warga ke kantor Polres menanyakan apakah pelakunya sudah di tangkap apa belum.
“tadi bahkan warga meminta waktu paling lama sampai Rabu (9/8) pekan depan polisi sudah bisa menangkap pelaku penganiayaan Irfan. Kepada warga juga sudah di berikan penjelasan bahwa polisi punya cara dan seusai aturan hukum dalam menangkap orang, namun jika seandainya dalam kurun waktu yang sudah di mintakan belum juga ada penangkapan, barangkali warga akan lebih banyak lagi datang ke kantor Polisi dari yang hari ini,”katanya.
Menurut H Gani pula, jangan sampai pengusutan ini terkesan lambat, sebab memang ini nampaknya melibatkan kesukuan, sehingga jangan sampai hal-hal yang tidak di inginkan antar suku ini terusik, dan warga berupaya untuk menghormati proses hukum, namun meminta keseriusan polisi dalam mengusut kasus penganiayaan tersebut.
Usai mediasi, warga lain yang berada di luar ruang mediasi di berikan penjelasan, dan membubarkan diri secara tertib.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook